| "Setiap Editor adalah Penulis yang gagal, begitu juga setiap Penulis adalah Editor yang gagal." -TS ELLIOT- |


Jalan Waru No 20 B Rawamangun
Jakarta Timur 13220
Telp. 021 - 475 4428, 475 2434
Faks 021 - 475 4429
Email: zikrul-remaja@yahoo.com
| Sayembara Mengarang Cerpen & Cerber femina 2008 |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 28 July 2008 06:13 |
|
Berbekal pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang hebat, Anda bisa menghasilkan karya fiksi menarik dan bermutu. Jangan lewatkan Sayembara Mengarang Cerpen & Cerber femina 2008, dengan Ayu Utami sebagai ketua dewan juri. Inilah jalan untuk mewujudkan impian menjadi penulis kenamaan. SYARAT KHUSUS CERBER: SYARAT KHUSUS CERPEN: Hadiah Sayembara Cerpen * Pemenang I : Rp4.000.000 Hadiah Sayembara Cerber * Pemenang I : Rp10.000.000 |
Pada hari Senin, 13 Juli 2009 telah dilaksanakan Launching Buletin Intern penerbit Zikrul Hakim - Bestari. Acara ini bersamaan dengan Tasyakur Milad Bapak Remon Agus, Direktur Zikrul Hakim - Bestari. Buletin yang terlihat sederhana ini mudah-mudahan bisa menjadi sarana informasi, silaturahmi, mengoreksi dan memperbaiki diri di lingkungan kerluarga besar penerbit Zikrul Hakim - Bestari. |
Perjalanan hidup anak manusia itu bermacam-macam. Ada yang datar, ada pula yang berliku-liku, jatuh bangun, bahkan hingga terperosok ke dalam kubangan lumpur, dan nyaris tanpa harapan. Namun, betapa pun besar dosa dan kesalahan manusia, Tuhan tak pernah menutup pintu taubat-Nya, asalkan ia mau sungguh-sungguh menyesali kesalahan dan dosanya, dan bersegera untuk kembali ke jalan Allah SWT yang lurus dan menyelamatkan.
Berisi tentang suka duka sebuah pernikahan. Mengulas tragedi kekerasan dalam rumah tangga dan jeritan hati kaum perempuan yang mengalaminya. Ditulis oleh penulis-penulis perempuan terkenal di Indonsia, di antaranya Pipiet Senja, Titie Said, hingga Maria A Sardjono.
"Merupakan salah satu bentuk perjuangan kaum perempuan" (Prof.DR. Meutia Hatta Swasono)
Hujan deras saat Einstin mengerjakan PR di rumah temennya. Tapi, saat mau tidur… Ho-ho-ho… Einstein ingat kalau dia tidak membawa sikat gigi. Padahal, dia harus menyikat gigi sebelum tidur. Maka, dia buru-buru pulang menembus hujan, mengambil sikat gigi, dan balik lagi ke rumah temennya. Bobo, deh! Buku ini akan memandumu, membuktikan bahwa kegilaanmu… beda.